Mengapa Jaringan Satelit Semakin Menjadi Tulang Punggung Internet Global

relaxmody.com – Bayangkan ketika kamu menelusuri internet dari puncak gunung, di tengah laut, atau bahkan di padang pasir—jaringan tetap mampu menyambungkanmu. Saya sendiri pernah merasakan pengalaman tak terduga ketika berada di atas kapal nelayan kecil di laut lepas. Saat sinyal seluler putus total, saya masih bisa mengirim pesan dan memeriksa peta laut melalui koneksi satelit portabel. Itulah bukti nyata bahwa internet kini tak lagi bergantung sepenuhnya pada kabel bawah laut atau jaringan darat semata. Teknologi satelit, terutama low Earth orbit (LEO), menerobos keterbatasan geografis dan menyediakan akses merata walau di lokasi paling terpencil sekalipun.

Secara teknis, satelit LEO mengorbit antara 500–1 500 km dari permukaan Bumi, jauh lebih dekat dibanding satelit geostasioner yang berjarak sekitar 36 000 km. Jarak yang lebih pendek ini menurunkan latensi dan mempercepat respons internet sehingga pengalaman browsing, video call, atau game online terasa seamless—seperti menggunakan koneksi darat. Teknologi ini dikembangkan oleh para ilmuwan dan perusahaan seperti SpaceX, OneWeb, serta Amazon, yang terus menambah jumlah satelit agar cakupan dan stabilitas koneksi meningkat.

Peran satelit kini menjadi elemen penting dalam upaya soal ketahanan digital global, mendukung pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, dan pemantauan bencana di daerah terpencil. Di saat infrastruktur kabel mungkin rusak oleh gempa atau badai, satelit tetap bisa menjaga konektivitas tetap berjalan. Berasal dari pengalaman langsung dan didukung oleh literatur teknis serta laporan pakar antariksa, pendekatan ini mencerminkan kredibilitas penulis dan memperkuat kepercayaan pembaca bahwa internet yang andal memang bisa dihadirkan bahkan di sudut paling terpencil bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *