Menjelajahi Arab Saudi, Negeri Kontras antara Tradisi dan Modernitas

relaxmody.com – Arab Saudi, secara resmi dikenal sebagai Kerajaan Arab Saudi, adalah negara yang kaya akan sejarah, budaya, dan transformasi modern. Terletak di Semenanjung Arab, negara ini merupakan salah satu pusat spiritual Islam, rumah bagi dua kota suci, Makkah dan Madinah, serta pelopor ambisius dalam visi ekonomi dan sosial melalui inisiatif seperti Visi 2030.

1. Pusat Spiritual Dunia Islam

Arab Saudi adalah tempat kelahiran Islam dan rumah bagi dua masjid tersuci umat Islam: Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia melakukan ibadah haji ke Makkah, salah satu rukun Islam, dan umrah, ibadah sunnah. Masjidil Haram mengelilingi Ka’bah, kiblat umat Islam, yang menjadi simbol persatuan spiritual. Pada 2024, lebih dari 1,8 juta jemaah haji mengunjungi Makkah, menunjukkan peran sentral Arab Saudi dalam dunia Islam.

2. Visi 2030: Transformasi Ekonomi dan Sosial

Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi meluncurkan Visi 2030 pada 2016, sebuah rencana ambisius untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak. Inisiatif ini mencakup proyek-proyek megah seperti NEOM, kota futuristik senilai $500 miliar yang dirancang sebagai pusat teknologi dan inovasi. Visi 2030 juga mendorong reformasi sosial, seperti memberikan hak kepada perempuan untuk mengemudi sejak 2018 dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam tenaga kerja, yang kini mencapai 36% pada 2023.

3. Kekayaan Sumber Daya Alam

Arab Saudi adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dengan cadangan minyak terbukti sekitar 266 miliar barel, atau 15% dari total cadangan global. Perusahaan minyak negara, Saudi Aramco, adalah salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, dengan valuasi pasar mencapai $2 triliun pada 2024. Meski minyak tetap menjadi tulang punggung ekonomi, Visi 2030 berfokus pada pengembangan sektor non-minyak seperti pariwisata, hiburan, dan energi terbarukan.

4. Warisan Budaya dan Sejarah

Arab Saudi memiliki situs bersejarah yang diakui UNESCO, seperti Al-Hijr (Mada’in Saleh), kota kuno Nabataean yang menyerupai Petra di Yordania. Diriyah, ibu kota pertama dinasti Saud, juga merupakan Situs Warisan Dunia yang menawarkan wawasan tentang sejarah Arab. Selain itu, tradisi lisan seperti puisi Nabati dan tarian Ardha tetap menjadi bagian integral dari budaya Saudi, sering ditampilkan dalam festival seperti Janadriyah.

5. Pariwisata yang Berkembang

Sejak membuka pintu untuk pariwisata non-religius pada 2019, Arab Saudi telah menarik wisatawan dengan destinasi seperti Laut Merah, yang menawarkan resor mewah dan terumbu karang, serta AlUla, dengan lanskap gurun dan situs arkeologi. Pada 2023, negara ini mencatat 27 juta kunjungan wisatawan internasional, dengan target 150 juta kunjungan per tahun pada 2030. E-visa yang mudah diakses untuk 66 negara telah mempermudah wisatawan menjelajahi negara ini.

6. Keanekaragaman Geografis

Meskipun dikenal dengan gurun pasirnya yang luas seperti Rub’ al-Khali (Empty Quarter), Arab Saudi juga memiliki pegunungan Asir yang hijau, dengan hutan dan air terjun, serta garis pantai sepanjang 1.700 km di Teluk Persia dan Laut Merah. Kota seperti Jeddah, dengan Corniche-nya yang indah, menawarkan perpaduan antara pemandangan laut dan arsitektur modern.

7. Reformasi Sosial dan Tantangannya

Reformasi sosial di Arab Saudi, seperti pelonggaran aturan wali bagi perempuan dan pembukaan bioskop pada 2018 setelah 35 tahun dilarang, menandai perubahan besar. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kritik dari kelompok hak asasi manusia terkait kebebasan berekspresi dan isu gender. Pemerintah terus berupaya menyeimbangkan modernisasi dengan nilai-nilai tradisional yang kuat di masyarakat.

8. Pusat Olahraga dan Hiburan Global

Arab Saudi semakin dikenal sebagai tuan rumah acara olahraga dan hiburan internasional. Negara ini menggelar balapan Formula 1 di Jeddah, pertandingan tinju kelas dunia, dan festival musik seperti Soundstorm, yang menarik artis global seperti Post Malone dan Bruno Mars. Investasi dalam olahraga, termasuk pembelian klub sepak bola Newcastle United oleh Dana Investasi Publik (PIF), menunjukkan ambisi Saudi untuk menjadi pemain utama di panggung global.

9. Inovasi Teknologi dan Pendidikan

Arab Saudi berinvestasi besar dalam teknologi dan pendidikan untuk mendukung Visi 2030. Universitas seperti KAUST (King Abdullah University of Science and Technology) menjadi pusat penelitian kelas dunia. Pada 2024, negara ini meluncurkan inisiatif AI nasional, dengan tujuan menjadi pemimpin di bidang kecerdasan buatan di Timur Tengah. Sekitar 70% populasinya yang berusia di bawah 35 tahun mendorong adopsi teknologi yang cepat.

10. Tantangan Lingkungan

Sebagai negara gurun, Arab Saudi menghadapi tantangan lingkungan seperti kelangkaan air dan kenaikan suhu akibat perubahan iklim. Inisiatif seperti Saudi Green Initiative bertujuan menanam 10 miliar pohon dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 50% dari kebutuhan listrik pada 2030. Proyek seperti pembangkit listrik tenaga surya di Sakaka adalah langkah menuju keberlanjutan.

Arab Saudi adalah negara yang penuh kontras, menggabungkan warisan Islam yang kaya dengan dorongan menuju modernisasi yang cepat. Dari kota suci yang menarik jutaan jemaah hingga proyek futuristik seperti NEOM, negara ini terus bertransformasi sambil mempertahankan identitas budayanya. Dengan pariwisata yang berkembang, investasi di bidang teknologi, dan reformasi sosial, Arab Saudi menawarkan wajah baru yang menarik bagi dunia, namun tetap dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan tradisi dan inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *